Sabtu, 10 Maret 2018

Siapa Sebenarnya Dalang MCA, Meniti Sisi Gelap Media Sosial


Tribratanews.kepri.polri.go.id
Propaganda, ujar Eric Hoffer, bukan menipu masyarakat. Ia hanya membantu masyarakat untuk tertipu.
Eric Hoffer menceritakan kisah sukses propaganda pada tingkat paling cerdas. Ahli propaganda bisa menemukan impulse tersembunyi sebagian orang, memberinya simulasi, dan akhirnya bergerak militan membela atau menyerang hal sesuai dengan yang diinginkan sang dalang propaganda. Dalam banyak kasus, banyak orang tak sadar bahwa mereka bekerja dalam pengaruh proganda.
itulah yang kini tengah marak di dunia media sosial Amerika Serikat. Betapa banyaknya ruang gelap di sana. Betapa banyaknya propaganda. Betapa banyaknya akun, isu, dan pedebatan yang ternyata direkayasa. Bahkan keseluruhan kerja propaganda itu bisa mempengaruhi hasil akhir pemilu presiden yang memenangkan Donald Trump.
Indonesia harus juga mulai siaga. Ruang gelap sosial media di Amerika Serikat harus menjadi pembuka mata. Ternyata politik tingkat tinggi bisa begitu berbeda. Jika A menyerang B, itu tidak benar benar A menyerang B.
Bisa saja memang A menyerang B. Namun ternyata bisa pula pihak ketiga yang mengesankan A menyerang B. Atau bahkan B sendiri menciptakan situasi agar A seolah olah menyerang B.
Maraknya isu Muslim Cyber Army yang mulai membelah politik Indonesia harus pula mulai diantisipasi. Perlu pula dibuka kemungkinan bekerjanya ruang gelap, politik tingkat tinggi, dan kerja inteligen di balik isu itu.
Reddit sebuah website informasi yang lengkap dan berpengaruh. Alexa sebagai lembaga rating ternama menyatakan Reddit itu website yang paling banyak dikunjungi no 6 tingkat dunia. Di Amerika Serikat ia bahkan rangking no 4.
Di bulan Febuari 2018 saja, ia dikunjungi oleh 542 juta visitors. Total warga yang mengunjunginya per bulan, 234 juta unique visitors.
Sekitar 57.4 persen pengunjung Reddit warga negara Amerika Serikat. Sekitar 40 persen pemilih Amerika setidaknya sekali dalam sebulan bersentuhan dengan Reddit.
Hari hari ini publik Amerika tercengang soal Reddit. Bahkan pengelola Reddit sendiri terpana. The Guardian 6 Maret 2018 menurunkan berita investigatif. Betapa selama ini medium berpengaruh itu sudah disusupi propaganda yang dikendalikan Rusia untuk mempengaruhi hasil pemilu Amerika Serikat. (Reddit infiltrated by Rusian Propaganda in run-up to US Election).
Ada ratusan akun di Reddit ternyata akun palsu belaka. Ketika dilacak, akun itu sangat dicurigai bagian dari kerja intelijen Rusia.
Kini isu soal bekerjanya jaringan intelijen dalam pembentukan opini di media sosial ramai diungkap. Tak kurang majalah ternama TIME Magazine menurunkan artikel: Inside Russia’s Social Media War on America.
Seorang ahli inteligen Amerika tercengang dan berkata: betapa tertinggalnya Amerika Serikat. Rusia sepuluh tahun lebih maju dibandingkan Amerika Serikat dalam hal menggunakan media sosial untuk mempengaruhi opini publik.
Sejak kemarin saya tengelam mendalami hasil riset dan investigasi permainan politik tingkat tinggi dalam ruang gelap media sosial. Permainan itu bekerja di empat tingkat. Untuk mempengaruhi pemilu presiden di Amerika Serikat, ini yang mereka kerjakan.
PERTAMA, menemukan isu yang paling bisa membantu kemenangan Trump dan citra buruk Hillary Clinton. Ditemukanlah aneka isu. Ada isu yang mencekam sebagian besar pemilih Amerika Serikat: ancaman Islam dan ketakutan akan terorisme.
Ada isu ancaman imigran baik dalam lapangan kerja domestik bagi warga Amerika ataupun kultur kekerasan yang mereka bawa. Ada isu skandal email Hillary Clinton ketika menjabat. Ada isu perselingkuhan suami Hillary Clinton. Ada isu LGBT.
Isu itu segera diubah menjadi senjata untuk diolah agar punya pengaruh elektoral yang signifikan.
KEDUA, menemukan segmen masyarakat atau grup yang paling mudah dipengaruhi oleh isu tersebut. Program algoritma komputer sudah canggih dan sampai di level itu. Maka masuklah kerja intelijen dalam jaringan virtual segmen pemilih yang rentan. Bahkan jika jaringan virtual untuk itu belum terbentuk, kerja intelijen bisa membentuknya.
Guardian misalnya telah menemukan aneka grup virtual hasil rekayasa. Ada grup anti imigran, Secured Borders yang diikuti 133 ribu follower. Ada grup Being Patriotic yang mengeritik pengungsi. Ada grup LGBT united atau Blackactivist soal isu homo dan gerakan kulit hitam.
Kadang cara menarik hati pemilih kulit putih yang anti kulit hitam bukan dengan seruan kepada kulit putih. Namun cukup dengan menciptakan akun aktif kulit hitam yang agresif sehingga pemilih kulit putih yang agak rasis menjadi militan menentang.
KETIGA, menciptakan akun palsu untuk sebar berita. TIME magazine misalnya menemukan akun seorang ibu rumah tangga Amerika Serikat berusia 42 tahun. Ia aktif memberikan opini politik. Ketika dilacak mendalam, ternyata itu akun seorang tentara Rusia yang berdomisili di Ukrania. Atau ada akun facebook yang sangat aktif menyebar isu pengungsi yang membelah publik Amerika. Setelah diteliti, ternyata ia dibuat oleh agen Rusia.
KEEMPAT, menciptakan aneka akun untuk membuat isu menjadi viral. Isu apapun yang dianggap punya efek elektoral mudah saja diviralkan melalui jaringan media yang sudah dirancang.
Demikianlah hari hari ini, Amerika terbelalak mata. Media sosial ternyata punya ruang gelap. Ruang gelap itu sudah digunakan kerja intelijen bahkan untuk mempengaruhi hasil akhir pemilu yang sangat penting: pemilu presiden.
Publik di Indonesia, aktivis, politisi, ulama dan pendeta, pejabat, polisi dan intel di Indonesia dapat menjadikan media sosial di Amerika Serikat sebagai kasus. Negara yang dulu paling canggih seperti Amerika Serikatpun bisa diperdaya.
Maraknya akun Muslim Cyber Army (MCA) yang membelah opini di Indonesia bisa pula ada soal ruang gelap itu. Mungkin saja semakin dekat menuju pilpres, grup ini membesar. Sementara ruang gelap di balik kasus MCA itu belum tentu cepat terungkap.
Kita semua sepakat bahwa hoax yang menyebar berita palsu dan hate speech itu salah. Namun ketika mengusut siapa dalang MCA dalam politik media sosial, situasi menjadi lebih rumit.
Menggunakan perspektif kasus politik tingkat tinggi media sosial di Amerika Serikat, kini segala hal mungkin.
Kini sebagian kecil yang diduga anggota MCA tertangkap untuk kasus pelanggaran hukum. Siapakah dalang yang tertangkap itu? Mereka bisa saja sekelompok penganut muslim yang radikal. Bisa pula mereka orang naif yang direkayasa menggunakan label MCA.
Bisa saja ada gerakan yang menumpang (penumpang gelap) yang justru ingin menghancurkan MCA sebelum membesar. Bisa pula ia diciptakan pihak korban dari MCA yang bermanuver. Bisa pula itu kerja intelijen dalam negri atau luar negri.
Lima tahun ini mata kita terbelalak. Al Qaedah dan ISIS begitu dibenci publik negara barat. Ternyata semakin banyak pejabat AS berkata, termasuk Hillary Clinto. Betapa kerja intelijen Amerika Serikat ikut melahirkan dua monster itu.
Ujar Hillary Clinton, jangan lupa! kita sendiri (Amerika Serikat) ikut menciptakan, memberi dana dan melatih Al Qaedah di masa awal. Wow!!!
Begitulah politik tingkat tinggi. Apa yang sebenarnya belum tentu seperti apa yang nampak. Selalu ada ruang gelap dalam politik tingkat tinggi. Ruang itu memang gelap sekali. Dan berbahaya.
Pemilu presiden 2019 sudah dekat. Media sosial akan memainkan peran signifikan untuk menyebar kebenaran ataupun kebohongan. Yang bertarung dalam pemilu presiden Indonesia tak hanya capres, partai politik, aktivis, media atau konsultan politik.
Siapa bilang RRC dan Amerika Serikat tak berebut pengaruh di sini? Siapa bilang kekuatan asing lain baik untuk kepentingan bisnis, agama atau ideologi tak ingin ikut cawe cawe? Siapa bilang mereka tak berkepentingan siapa yang akan menjadi capres/cawapres Indonesia berikutnya?
Celaka. Kini semua mereka semakin canggih memainkan media sosial untuk membentuk opini. (Deny JA, Pegiat Twitter)


from Personal Blog http://ift.tt/2DhuAg8
via IFTTT

Minggu, 04 Maret 2018

Beri Rasa Aman Polres Tanjungpinang Bubarkan Balap Liar Di jembatan Dompak



Pembubaran ratusan remaja ini di Jembatan Dompak dilakukan polisi untuk menciptakan situasi di Tanjungpinang tetap aman dan kondusif.
Kehadiran polisi di Jembatan Dompak membuat para remaja kocar-kacir menghindari para petugas kepolisian. Polisi yang datang secara tiba-tiba mengagetkan para pengujung. Polisi langsung memeriksa para remaja yang sedang duduk-duduk di pinggir jembatan.
Tidak hanya orangnya yang diperiksa, kelengkapam kendaraan juga dicek petugas. Bahkan hampir seluruhnya pengunjung jembatan seketika minggat meninggalkan lokasi. Hanya beberapa orang saja yang bertahan sambil menikmati malam dari semula yang banyak remaja menduduki jembatan.
Kabag Ops Polres Tanjungpinang Kompol Afdal mengatakan, kegiatan operasi cipta kondisi ini sengaja memillih sasaran para remaja yang menghabiskan malam untuk balap liar di Jembatan Dompak.
Sebab, pihaknya banyak menerima aduan dari masyarakat terkait balap liar. Masyarakat akhir-akhir banyak mengeluhkan balapan liar karena mengganggu perjalanan pengendara. Masyarakat sudah khawatir dengan aktivitas balap liar di jembatan menuju pusat perkantoran Provinsi Kepri tersebut.
“Kita bubarkan dan tertibkan pengendara yang nongkrong di jembatan ini. Kita sudah banyak terima keluhan dari masyarakat terkait aktivits balap liar,” kata Afdal di lokasi, Minggu (4/3/2018) dini hari
Dia menyampaikan, hasil dari kegiatan ini mengamankan delapan kendaraan yang tidak dilengkapi surat-surat dokumen dan melanggar aturan lalu lintas lainnya. Kemudian, pemilik kendaraan turut diamankan untuk dimintai keterangan terkait pelanggaran masing-masing.
Pemilik dan kendaraan langsung dibawa petugas ke Mapolres Tanjungpinang untuk diproses lebih lanjut. “Kendaraan yang tidak standar kita tertibkan dan dibawa ke kantor. Dugannya melanggar aturan lalu lintas. Kita serahkan kapada Satuan Lalu Lintas untuk ditindak lanjuti,” ujar Afdal.
Dalam kegiatan cipta kondisi ini, Afdal menyebutkan, sebanyak  35 personel diterjukan terdiri yang terdiri dari Unit Shabara, Reserse Krimnal, Reserse Narkob, dan Unit Lalu Lintas, serta dari jajaran Polsek Bukit Bestari.
Dia menyampaikan, untuk sasaran lainnya seperti tindak pidana umum kejahatan pencurian, kekerasan, dan narkoba tidak ada ditemukan. Meski berlangsung dalam kondisi aman, tim patroli dari polres dan polsek akan terus memantau situasi di jembatan.
“Kita tidak ada temukan kejahatan lainnya, hanya aktivitas balap liar saja. Yang jelas akan kita pantau terus dan antisipasi supaya Tanjungpinang tetap aman dan kondusif,” kata dia.
Sementara, Rudi salah seorang pengunjung Jembatan Dompak mengaku kaget dengan kehadiran polisi. Dia datang ke jembatan untuk bersantai menghabiskan malam. Dia menuturkan, selama duduk beberapa jam di jam banyak melihat remaja yang suka trek-trekan dan menggeber-geber kendaraannya.
Menurut dia, kegiatan balap liar itu sangat mengganggu sekali. Apa yang dilakuan oleh kepolisian bertujuan baik agar tidak ada korban jiwa dalam balap liar tersebut.
“Sebelum polisi datang banyak anak-anak yang standing-standing. Kita kadang khawatir juga lihatnya, takut jatuh orangya atau kita yang sedang santai ditabrak mereka (pembalap liar),” ujar Rudi.


from Personal Blog http://ift.tt/2oPY9jJ
via IFTTT

Jumat, 23 Februari 2018

MKN, Pelaku Hate Speech Ditangkap Sat Reskrim Polres Tanjungpinang



Kapolres Tanjungpinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro S.H., S.IK., M.H didampingi Kasat Reskrim AKP Dwihatmoko Wiroseno S.H membenarkan bahwa MKN ditangkap karena memposting Hate Speech yang bersifat SARA dengan menyebut etnis tertentu dan kepala daerah, keterangan ini Ardiyanto sampaikan saat konferensi pers yang dilakukan di lobi Polres Tanjungpinang, jum’at (23/02) pagi. Tribratanews.kepri.polri.go.id-Tanjungpinang-Pelaku Hate Speech (Ujaran kebencian) MKN (54) ditangkap Unit Tipiter Sat Reskrim Polres Tanjungpinang, kamis (22/02) sore.

“MKN yang ditangkap saat berada dirumah kosan yang dia sewa di Jalan Korindo Sei Lekop kijang Kabupaten Bintan Kepulauan Riau karena memposting konten ujaran kebencian yang bersifat SARA di Google+ ( google plus ). 

MKN dilaporkan berdasarkan LP – B /144/VIII/2017/KEPRI/SPK-RES TPI tanggal 24 Agustus 2017 An. Pelapor Suaeb dan LP-B/18/II/2017/KEPRI/SPK-RES TPI tanggal 21 Februari 2018 an. Billy Apriansyah Saputra. 

Barang bukti yang kita sita dari pelaku berupa 1 ( satu ) unit tablet merek Asus warna hitam beserta memory card, 1 ( satu ) lembar kartu pengenal media rakyat, 1 ( satu ) buah akun facebook atas nama pelaku dan 1 ( satu ) buah Hard Disk Eksternal yang berisi eksport ( unduhan ) akun facebook pelaku, terang Ardiyanto. 

“Saat ini penyidik kita sedang menggali isi konten lain yang ada di akun Google + dan Facebook milik pelaku diluar dari konten yang sudah dilaporkan.” jelas Ardiyanto.



from Personal Blog http://ift.tt/2GEbJ0Y
via IFTTT

Minggu, 18 Februari 2018

Deklarasi Damai








Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Tanjungpinang mengadakan Deklarasi Kampanye Damai di Lapangan Pamedan, Minggu (18/2/2018), yang diikuti pasangan Syahrul Rahma dan pasangan Lis Darmansyah-Maya Suryanti yang berlaga di Pilwako Kota Tanjungpinang.

Dalam kesempatan itu, Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Tanjungpinang, Mariyamah mengingatkan kepada kedua pasangan calon (aslon) agar menaati aturan yang berlaku. Pasalnya, Panwaslu tetap berpedoman pada aturan yang ada, dan itu baku serta mengikat.
"Kita tegaskan dalam deklarasi damai ini, nanti pada saat kampanye benar-benar damai. Yang terpenting adalah taat aturan, karena kita juga berpedoman pada aturan yang ada. Aturan yang ada mengikat seluruh Paslon agar jangan berani-berani melanggar aturan," kata Mariyamah, Minggu (18/2/2018) di Pamedan, Tanjungpinang.
Mariyamah mengatakan, semua tahapan yang ada agar segera dilakukan. Termasuk penyerahan jadwal kampanye kepada Panwaslu sebagai catatan bagi Panwas dalam bekerja.
"Kami minta Paslon segera menyerahkan jadwal Kampanye, agar kita juga bisa melakukan monitoring. Selain itu dalam Kampanye jangan sekali-kali mengangkat atau mengusik masalah Sara, apalagi money politik," tegas Mariyamah.
Menurut Dia, jika kedapatan Sanksi berat akan menanti Paslon. Bisa-bisa, jika melanggar aturan status Paslon akan dicabut.
"Mari sama-sama, bagaimana caranya untuk mentaati peraturan UU yang ada.Jadi jangan ada lagi pelanggaran nanti, karena kami berpedoman kepada aturan yang ada," katanya.


from Personal Blog http://ift.tt/2GmTuwX
via IFTTT

Rabu, 14 Februari 2018

Pilkada damai adalah pilkada yang penuh dengan kejujuran, keamanan dan kenyamanan

Ardiyanto : Pilkada Damai Adalah Pilkada Yang Penuh Dengan Kejujuran, Keamanan Dan Kenyamanan


Tanjungpinang - Polres Tanjung Pinang sebagai poros aparatur negara yang diberikan tugas dibidang keamanan dan ketertiban masyarakat melalui upaya perlindungan, pengayoman, pelayanan serta penegakan hukum yang saat ini bertanggung jawab atas kesuksesan pemilihan walikota dan wakil walikota Tanjung Pinang  senantiasa telah siap sedia dalam mengemban tugas khususnya dalam pengamanan Pilkada 2018.
Praktik- praktik negatif seperti kecurangan, kampanye hitam dan politik uang selalu terjadi disetiap pesta demokrasi di Indonesia ini. Kericuhan dan protes massa pendukung hingga terjadinya tindakan anarkis seperti pengrusakan juga sulit dihindari.
Tapi, hal tersebut tentunya menjadi salah satu yang meletarbelakangi peningkatan perkuatan pengamanan Polri dalam mengamankan Pimilukada Damai 2018.
Polres Tanjung Pinang telah mempersiapkan dan menampilkan simulasi sistem pengamanan kota dalam rangka pemilihan walikota tanjungpinang tahun 2018 yang terdiri dari pendaftaran paslon walikota/ wakil walikota, tahapan kampanye, debat publik, masa tenang, pengawalan pendistribusian kotak suara, pemungutan suara dan hitung suara serta pengendalian masa dan penegakan hukum terhadap pelaku penjarahan.

Secara keseluruhan di masing-masing tahapan Kapolres Tanjung Pinang AKBP Ardiyanto Tedjo Baskoro, SH, SIK, MH sudah menyiapkan langkah-langkah rencana pengamanan serta kesiapan pergelaran personil yang terlibat dalam pengamanan disetiap tahapan pemilihan walikota tanjungpinang tahun 2018.
Kapolres tanjung Pinang Akbp Ardiyanto Tedjo Baskoro, SH, SIK,MH menghimbau agar pelaksanaan pesta demokrasi pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tanjung Pinang 2018 dengan menjunjung tinggi nilai-nilai demokrasi  yang berkualitas dan beretika tanpa menyinggung SARA , Hate Speech, Black Campaign dan melakukan kampanye ditempat- tempat Ibadah dan tempat pendidikan.
”Lakukan sesuai dengan undang-undang Pemilu  yang sudah ditetapkan. Pilkada yang damai adalah Pilkada yang penuh dengan kejujuran, keamanan dan kenyamanan dalam menciptakan situasi Kota Tanjung Pinang  yang kondusif. 


from Personal Blog http://ift.tt/2nVFT9a
via IFTTT

Jumat, 09 Februari 2018

Sat Binmas Polres Tanjungpinang Memberikan Himbauan di SD & SMP 013 Bukit Bestari Tanjungpinang




Sat Binmas Polres Tanjungpinang melaksanakan Penyuluhan ke SD SMP satu atap 013 Bestari yang di pimpin oleh  Klo Sat Bintibmas IPTU FAUZI IZRAN beserta anggota Sat Binmas yaitu :

1. Pembukaan penyuluhan oleh IPTU FAUZI IZRAN

2. IPTU FAUZI IZRAN Menjelaskan tentang kenakalan remaja terutama di kalangan pelajar secara umum Terutama di daerah yang rawan sperti Dompak

3. Di sambung oleh
AIPTU H. penjelasan tentang penyalahgunaan Narkoba dan Internet dalam hal yang positif untk pelajar dan waspada Berita Hoax

Dalam kegiatan Penyuluhan ke SD,SMP satu atap 013 bestari tanjungpinang yang di laksanakan oleh Sat Binmas berjalan dengan lancar dan selanjutnya di beri sarana kontak ke perwakilan siswa/siswi  Yang berani tampil kedepan oleh sat binmas polres tanjungpinang.

Hasil Yang mesti dicapai :
Kami dari Sat binmas berharap pelajar di SD,SMP 013 satu atap Tg pinang dapat mengerti apa yang di jelaskan oleh satbinmas dan di pedomani.

#Polrestanjungpinang



from Personal Blog http://ift.tt/2C7OWrG
via IFTTT